Kam. Okt 15th, 2026

Kemendag Hadirkan Program S’RASA di Trade Expo Indonesia 2026 untuk Promosi Rempah Nusantara

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menghadirkan Program Rasa Rempah Indonesia atau S’RASA dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 sebagai langkah memperkenalkan kekayaan kuliner dan rempah Nusantara kepada pasar internasional. Pameran perdagangan yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, ini menjadi kesempatan bagi pelaku Bisnis makanan, bumbu, dan rempah untuk memperluas jaringan perdagangan. Melalui demonstrasi memasak, pengenalan produk, serta pertemuan dengan calon pembeli mancanegara, program S’RASA dirancang untuk menghubungkan identitas kuliner Indonesia dengan peluang ekspor. Inisiatif ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat daya saing produk nasional.

Kemendag Perkenalkan Program S’RASA dalam Trade Expo Indonesia 2026

Kemendag memperkenalkan Program Rasa Rempah Indonesia atau S’RASA ke pameran ekspor unggulan Trade Expo Indonesia ke-41. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. Kehadiran program ini merupakan langkah memperluas pengenalan produk nasional melalui kekayaan kuliner tradisional. Mendag Budi Santoso mendorong kalangan Bisnis makanan, pembeli internasional, media, dan masyarakat untuk mengunjungi Paviliun S’RASA yang berada di Hall 3A-2. Melalui fasilitas tersebut, pelaku usaha memiliki kesempatan memperkenalkan identitas produknya.

Inisiatif Rasa Rempah Indonesia tidak hanya menampilkan makanan siap santap. Strategi promosi yang diterapkan juga menonjolkan peran bumbu dan rempah dalam kuliner. Berkat pendekatan promosi yang terintegrasi, industri kuliner global berkesempatan mempelajari karakter bahan pangan Nusantara. Upaya tersebut diharapkan membuka peluang kerja sama perdagangan. Namun, keberhasilan promosi perlu dilanjutkan dengan hubungan komersial yang konkret. Dalam konteks pengembangan pasar, pertemuan pelaku usaha dengan mitra internasional menjadi bagian penting dari kegiatan S’RASA.

Promosi Rempah Indonesia Melalui Pengalaman Memasak dan Mencicipi Hidangan

Bagian menarik dari pelaksanaan program S’RASA adalah pertunjukan pengolahan makanan yang mengangkat enam menu unggulan Nusantara. Hidangan yang menjadi bagian promosi meliputi rendang, sate ayam, nasi goreng, gado-gado, mi bakso, dan soto ayam. Berbagai hidangan pilihan ini mewakili keragaman rasa Indonesia. Perpaduan komposisi bumbu dalam menu yang diperkenalkan menjadi sarana untuk menjelaskan karakter kuliner Indonesia. Dengan menyaksikan proses memasak, pengunjung dapat memahami cara produk Indonesia digunakan. Metode promosi tersebut juga membantu memperjelas manfaat bahan pangan.

Demonstrasi memasak dalam Paviliun S’RASA dirancang menghadirkan empat koki ternama Indonesia, yakni Chef Norman Ismail, Chef Sisca Christo, Chef Vindex Tengker, dan Chef Ragil Imam Wibowo. Kehadiran figur berpengalaman dalam dunia memasak diharapkan memberikan penjelasan yang menarik. Rangkaian kegiatan tersebut turut menjadwalkan partisipasi sejumlah pejabat dan pemimpin lembaga terkait, termasuk Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri. Berkat keterlibatan sejumlah pemangku kepentingan, promosi makanan Indonesia dapat dihubungkan dengan kepentingan perdagangan. Pengalaman menyaksikan pengolahan kuliner dapat memberikan gambaran mengenai penggunaan bumbu Indonesia.

Peran Rempah Nusantara dalam Memperkenalkan Identitas Kuliner Indonesia

Bumbu tradisional Indonesia memiliki hubungan erat dengan identitas kuliner nasional. Sejumlah komoditas bumbu seperti jahe, kunyit, lengkuas, ketumbar, dan lada memberikan karakter rasa pada aneka hidangan. Keragaman penggunaan rempah dapat mendukung diferensiasi produk di pasar internasional. Melalui program S’RASA, potensi bahan pangan dapat dijelaskan melalui pengalaman mencicipi makanan. Pendekatan berbasis pengalaman tersebut memberikan nilai komunikasi tambahan bagi produk. Untuk pengusaha sektor pangan, cerita asal produk yang akurat dapat membantu calon pembeli memahami manfaat produk.

Selain memperkenalkan cita rasa, promosi rempah juga berkaitan dengan peluang pengembangan produk. Produsen pangan dapat mengembangkan produk bumbu olahan. Pilihan tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan calon pembeli. Dalam penerapannya, pengelola usaha kuliner dapat memerlukan bahan dengan spesifikasi tetap. Sementara itu, konsumen ritel dapat memerlukan petunjuk penggunaan yang jelas. Keragaman tujuan penggunaan menunjukkan bahwa pengembangan produk membutuhkan riset permintaan. Jika kebutuhan pasar dipahami secara jelas, kesempatan perdagangan menjadi lebih relevan.

Business Matching dan Kerja Sama Internasional dalam Program S’RASA

Selain menyelenggarakan demonstrasi memasak, Paviliun S’RASA menghadirkan kegiatan business matching. Agenda perdagangan ini ditujukan untuk mempertemukan produk Indonesia dengan calon mitra. Dengan fasilitas penjajakan perdagangan, eksportir dapat mempresentasikan penawaran kepada calon pembeli. Perwakilan perusahaan internasional juga dapat menanyakan persyaratan kualitas. Komunikasi perdagangan dua arah menjadi kesempatan untuk menilai kecocokan komersial. Namun, penjajakan belum tentu berakhir pada transaksi. Tindak lanjut yang konsisten tetap menjadi faktor penentu hasil perdagangan.

Sebagai bagian dari agenda promosi yang diumumkan, Kemendag juga menyiapkan penandatanganan 13 Nota Kesepahaman dengan mitra Bisnis dari lima negara, yaitu Belanda, Jepang, Inggris, Amerika Serikat, dan Australia. Rencana kerja sama lintas negara itu diharapkan mendukung penetrasi produk rempah ke pasar internasional. Nota Kesepahaman merupakan bagian dari proses membangun kerja sama, tetapi belum tentu mencerminkan nilai transaksi yang telah terealisasi. Manfaat perdagangan yang terealisasi masih bergantung pada tindak lanjut masing-masing mitra. Dengan memahami perbedaan tersebut, perkembangan program dapat dilihat lebih objektif.

Peluang Bisnis dan Penguatan Ekspor Produk Pangan Indonesia

Pelaksanaan promosi kuliner melalui paviliun khusus dapat membuka ruang pengembangan jejaring perdagangan. Pelaku usaha makanan olahan memiliki ruang untuk memahami persyaratan pasar tujuan. Dalam perdagangan internasional, kualitas produk yang konsisten menjadi aspek penting bagi calon pembeli. Ketentuan label dan kemasan juga perlu dipenuhi berdasarkan jenis produk. Kesempatan promosi melalui pameran dapat dimanfaatkan untuk memperoleh masukan. Bagi pelaku Bisnis skala kecil, pemahaman standar pembeli serta kemampuan pasok perlu diprioritaskan dalam strategi ekspansi.

Kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha juga menjadi unsur penting dalam penyelenggaraan S’RASA. Kegiatan promosi ini mendapat dukungan dari sejumlah sponsor dan mitra, antara lain DBFoods, Koperasi Wanita Ikaboga, Mahora-hora, Enak Jaya Makmur atau Enak Eco, Rinnai Indonesia, Unilever melalui Kecap Bango, Bamboe Indonesia, Garuda Indonesia, dan Master Bagasi. Dukungan sejumlah mitra industri mencerminkan pendekatan promosi yang melibatkan berbagai pihak. Pejabat Kemendag yang membidangi pengembangan ekspor nasional, Fajarini Puntodewi menekankan bahwa Paviliun S’RASA menggabungkan pengalaman kuliner dengan interaksi perdagangan. Konsep tersebut memungkinkan pengunjung melihat, mencicipi, dan mengenali produk Indonesia. Dalam konteks promosi internasional, identitas budaya dapat diperkenalkan bersama potensi perdagangan.

Peran S’RASA dalam Memperkuat Daya Saing Produk Pangan Nasional

Program S’RASA yang dihadirkan Kemendag pada Trade Expo Indonesia 2026 menjadi strategi mendukung promosi bumbu dan rempah Indonesia. Lewat pengalaman kuliner secara langsung, calon pembeli memperoleh gambaran penggunaan rempah lokal. Pertemuan antara produsen dan buyer serta rencana kerja sama internasional turut menjadi bagian penting dari strategi perdagangan. Namun, penguatan ekspor membutuhkan kerja sama yang benar-benar berjalan. Kesiapan produk akan menentukan peluang perdagangan berikutnya.

Untuk mendukung manfaat jangka panjang, kolaborasi pemerintah dan pelaku Bisnis perlu memperhatikan kebutuhan perdagangan yang berkelanjutan. Warisan cita rasa kuliner nasional dapat membantu membedakan produk nasional di pasar global, selama didukung standar mutu yang tepat. Dengan pendekatan yang berkelanjutan, S’RASA berpotensi meningkatkan kesempatan pengenalan produk Indonesia. Menurut Anda, strategi apa yang paling efektif untuk memperkenalkan makanan Nusantara kepada pembeli mancanegara? Anda dapat menyampaikan pengalaman atau gagasan Anda agar pembahasan mengenai ekspor kuliner Indonesia semakin bermanfaat.

By admin

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *